Donny Imam Priambodo Mendampingi Masalah Nelayan Rembang

REMBANG, priambodo.id – Selasa (15/1), Donny Imam Priambodo Anggota Komisi XI DPR RI,  melakukan pertemuan dengan para Nahkoda Perahu Nelayan di Kabupaten Rembang. Kali ini pertemuan dilakukan di rumah Eko Santoso, Megersari, Rembang. 

Dalam pertemuan tersebut, Donny Imam Priyambodo mendapatkan keluh kesah para Nahkoda Kapal dan Nelayan Kabupaten Rembang tentang berbagai masalah yang mendera para Pemilik Kapal. Beberapa masalah tersebut adalah tentang kendala pembaruan surat berlayar dan penggunaan VMS yang masih terkendala. 

“Sekitar 80% tidak memiliki surat pembaruan laik berlayar,” tutur Partono, Nelayan Tasikasgung, Rembang. Sebagian besar surat laik operasi kapal kadaluarsa. 

Hal yang sama juga disampaikan Karli, Nelayan Tritunggal, Rembang. 
“Setelah didata ulang, ada 300 buah kapal dengan ukuran GT tertentu juga mengalami kendala pembaruan surat laik berlayar,” ungkap Karli. 
Menyikapi hal tersebut, melalui saluran telepon,  Donny Imam Priyambodo pada hari itu langsung berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pembaruan surat laik berlayar. 

“Saya akan segera membantu Bapak-bapak perihal masalah ini. Karena bagaimanapun, hal-hal yang berhubungan dengan kelengkapan surat laik berlayar harus segera selesai agar Bapak-bapak nahkoda dan ABK (Anak Buah Kapal) tenang dalam bekerja di laut,” tegas mas Donny, panggilan akrapnya. 

Selain masalah surat laik berlayar, para nahkoda dan pemilik kapal juga mengeluhkan tentang penggunaan alat VMS (Vessel Monitoring Solution). Selain ada yang belum memiliki VMS, para nahkoda dan pemilik kapal mengeluhkan penggunaan alat VMS yang tidak maksimal. 

“Kami berharap kapal kami mendapatkan VMS agar keberadaan kapal kami saat berlayar dapat kami pantau,” harap Sugito, pemilik kapal Rembang.

Menanggapi hal tersebut, Donny Imam Priambodo berjanji akan segera mengkomunikasikan kebermanfaatan VMS secara maksimal. Mas Donny juga akan segera mencari solusi penyederhanaan pengoperasian VMS agar nelayan segera melek akan alat Vessel Monitoring Solution secara benar. 
“Selain VMS, kami juga semakin dirumitkan dengan administrasi, kami harus mengisi Log Book Kapal secara online, padahal di laut koneksi internet tidak ada,” ungkap Karli. 

Dalam pertemuan dengan Nahkoda Kapal, Pemilik Kapal, Nelayan, dan ABK sore kemarin, Donny Imam Priambodo akan segera mewacanakan program internetisasi laut. 

“Bapak-bapak, memang koneksi internet di Laut masih terkendala. Sudah saatnya lautan terkoneksi dengan internet agar teknologi berlayar dapat maksimal digunanakan para nelayan,” pungkas Donny Imam Priambodo. (mm)